Author: Komit Putri

Bidayatul Hidayah, Bab Adabussiyam (Adab saat berpuasa), hal.58-59

Kitab : Bidayatul Hidayah Bab    : Adabussiyam Hal    : 58-59 Pembahasan : Tidak ada hari yang lebih utama daripada 10 hari awal bulan dzulhijah. Jika berpuasa satu hari saja di waktu tersebut, pahalanya sebanding dengan puasa setahun. Ibadah malam hari di waktu tersebut sama dengan ibadah malam di Lailatul Qodar. Selain itu, 10 hari awal bulan muharrrom juga diutamakan untuk berpuasa, dan sholat yang utama setelah sholat fardlu adalah sholat malam. Nabi Muhammad memperbanyak puasa di bulan Sya’ban hingga disangka seperti bulan Ramadhan. Tetapi saat setengah terakhir di Bulan Sya’ban tidak perlu berpuasa. Beberapa hari utama dalam...

Read More

Bidayatul Hidayah, Bab Adabul Jum’ati (Adab saat hari jum’at), hal.56-57

Kitab : Bidayatul Hidayah Bab    : Adabul Jum’ati (Adab saat hari jum’at) Hal    : 56-57 Pembahasan : Sholatlah kamu setelah Sholat Jumat sebanyak 2 rokaat,4 rokaat atau 6 rokaat (banyak riwayat menganjurkan 4 rokaat). Setelah itu berdiam/I’tikaf di masjid sampai Maghrib (lebih afdhol) atau sampai Ashar. Jika sampai sholat Ashar maka pahalanya seperti pahala haji dan jika sampai maghrib pahalanya adalah 3 kali haji dan umroh. Jika dikhawatirkan ada perkara-perkara tertentu maka lebih baik pulang dalam keadaan berdzikir dan jangan sampai tertinggal waktu syarifah (waktu mulia yang disamarkan waktu tepatnya di hari Jumat). Saat di masjid sebaiknya jangan...

Read More

Tanbihul Ghofilin, Bab Hikayah (Beberapa Cerita), hal.229-230

Kitab : Tanbighul Ghofilin Bab    : Hikayah (Beberapa Cerita) Hal     : 229-230 Pembahasan : Semua manusia ribut dan susah sekali. Masih ada suara gemuruh di antara langit dan bumi seperti suara sambaran petir. Semua orang mati satu persatu sampai tidak ada makhluq di bumi. Kemudian dunia rusak dan bergoyang. Semua makhluq mati, baik manusia, jin, setan, hewan, dan lain-lain. Allah menunggu untuk menyiksa iblis. Allah berfirman pada Malaikat Izroil, “Kamu memiliki  pembantu yang banyak untuk menyabut nyawa dari dulu sampai sekarang, maka aku jadikan kamu sebagai kekuatan dari  penduduk langit. Kamu Ku-beri pakaian jengkel dan benci dan...

Read More

Tanbihul Ghofilin, Bab Hikayah (Beberapa Cerita), hal.228-229

Kitab : Tanbighul Ghofilin Bab    : Hikayah (Beberapa Cerita) Hal     : 228-229 Pembahasan : Diceritakan dari Ahnaf bin Khois : Ahnaf datang ke Kota Madinah untuk bertemu Umar bin Khattab, pada saat itu ada serombongan orang yang sedang mendengarkan pidato Kabil Akbar. Dalam pidatonya ada cerita ketika datangnya ajal Nabi Adam, beliau berkata, “Ya Robbi, musuhku sangat senang kalau aku meninggal”. Diakatakan pada Nabi Adam, “Hei Adam, sesungguhnya kamu akan dikembalikan ke surga, tapi iblis tidak akan mati supaya iblis merasakan sakitnya orang mati yang dulu maupun besok”. Nabi Adam berkata pada Malaikat Maut, “Terangkan padaku bagaimana...

Read More

Tanbihul Ghofilin, Bab Hikayah (Beberapa Cerita), hal.228 bag.2

Kitab : Tanbighul Ghofilin Bab    : Hikayah (Beberapa Cerita) Hal     : 228 bag.2 Pembahasan : Setelah tidak diterima di rumah Umar, Abu Bakar, Ustman dan Ali. Tsa’labah diajak putrinya untuk pergi ke rumah Nabi Muhammad S.A.W. Setelah bertemu dengan Nabi Muhammad, beliau pun berkata, “Tsa’labah, kamu mengingatkanku pada rantai-rantai dan belenggunya neraka jahannam”. Tsa’labah berkata, ” Ya Rasulullah…demi bapakku, demi engkau dan juga demi ibuku. Saya menyentuh istri saudaraku yang sedang berperang membela agama Allah. Apakah saya masih bisa bertaubat?”. Nabi Muhammad berkata, “Keluarlah dari sisiku selamanya”. Maka keluarlah Tsa’labah dan putrinya. Karena hal tersebut, putri Tsa’labah...

Read More

kategori

video

Loading...