Iman itu…
Iman itu cinta, cinta yang tak boleh kau duakan
Cinta itu pembuktian, pembuktian yang dilaksanakan sepenuh hati
Pembuktian itu melakukan sesuatu, bukan mengatakan sesuatu seperti i love you (doang)
Seperti cintanya nabi ibrohim saat dipertanyakan oleh allah
Allah : kau lebih mencintaiku atau anakmu?
Ibrohim : tentu saja engkau yaa robb
Allah : apakah kau akan melakukan apapun demiku?
Ibrahim : tentu saja yaa allah
Allah : kalau begitu buktikan dengan menyembelih anakmu
Ibrohim : LAKSANAKAN
Tapi iman orang sekarang cuman iman gombal, mereka tidak mau memukul anaknya yang tidak mau sholat padahal sudah diperintahkan oleh allah
Tidak berani menahan rindunya ketika anaknya di pondokan
Tidak mau mencontohkan saat menyuruh anaknya mengaji, dan malah asyik menonton tv
Di jaman sekarang masih ada pula beberapa cerita tentang tentang sesosok kyai yang “membenci” anaknya karena sangat mencintainya seperti cerita gus yusuf tegalrejo yang “diusir” oleh ibunya karena belum saatnya pulang (anda bisa cari ceritanya sendiri) dan saat mbah Ghofir setelah menceritakan kedua cerita diatas, ia sembari menunjukkan jari tengah sebelah kanan yang patah dikarenakan menghajar gus Zaki putra terakhir.nya. pada suatu ketika gus zaki pergi dari rumah tanpa pamit hingga meninggalkan kegiatan mengaji yang diampu beliau, pada hari pertama pertemuan setelah gus zaki bolos mengaji beliau bertanya dengan baik-baik
mbah Ghofir : seko ngendi zak, kok yah mene agi bae beli? (dari mana zak, kok jam segini baru pulang?)
gus Zaki          : dolan pak (main pak)
mbah Ghofir : ya wis kana adus lebare madang, ngesok aja beleni ya.(ya udah, mandi habis itu sarapan, besok jangan diulangi lagi ya.
gus zaki          : njih…
dan itu terulang sampai 3 kali, dan pada hari ketiga itu pada saat setelah ditanyai pada baris pertama dan dijawab dengan baris kedua pada percakapan diatas, tanpa pikir panjang mbah Ghofir yang setatusnya mempunyai hati yang lembut berubah menjadi sesosok ayah “yang kejam” demi membuktikan bahwa ia lebih mencintai tuhannya daripada anaknya
itu adalah sepenggal cerita tentang arti iman dalam penjelasan beliau (mbah Ghofir)
BTW yang difoto bukan gus Zaki, melainkan gus Nanang (kakak gus Zaki)

Lalu apa itu SYIRIK?
Syirik itu selingkuh, selingkuh kepada robbmu
Selingkuh itu berhianat, berhianat kepada yang telah mempercayaimu
Berhianat itu menyakiti, menyakiti orang yang telah kau beri janji. Janji palsumu

Apakah allah akan mengampunimu saat engkau berhianat kepadanya?
Sungguh hina manusia yang berdalil “Allah-kan maha pengampun” saat dia sudah terang terangan berhianat kepada.nya, dan celakanya lagi manusia melakukannya berulang-ulang kali.
Bertobatlah , bertobatlah, bertobatlah wahai anak adam, bertobat bukanlah berharap, akan tetapi berusaha agar tuhan mengampunimu dari segala perbuatan syirik. Walaupun banyak yang mengatakan perbuatan syirik yang terang-terangan tak akan diampuni, tapi jika kau tak mengulangi, maka ampunannya bukanlah tidak mungkin
Ada pepatah mengatakan; syirik itu seperti semut hitam yang berada di atas batu hitam pada malam hari, dan kita harus mencari jejak semut tersebut kalau kita mau mengetahui kesyirikan kita
Walaupun kita sudah terhindar dari perbuatan syirik yang terang-terangan, bukan tidak mungkin kita melakukan perbuatan tersebut baik secara lisan ataupun pikiran. Ada baiknya agar perbuatan syirik yang tanpa kita sadari kita lakukan tidak merusak ibadah yang kita lakukan, bacalah kalimat tauhid sebelum melakukan ibadah ataupun bersuci. Dari penulis cukup sekian, bila ada salah bahasa ataupun pembahasan, penulis mohon kritik dan sarannya di kolom komentar. Terimakasih 🙂

Sumber cerita “iman” dan pepatah “syirik” dari : Mbah K.H Abdul Ghofir, bumen, bumirejo, wonosobo

Type a message…