Pondok Pesantren Salafiyah Al Muhsin yang terletak di kampung Nglaren, Desa Condong Catur Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, dikelilingi berbagai Universitas Negeri besar, seperti Universitas Pebangunan Nasional (UPN) Veteran, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN) dan banyak universitas swasta terkenal seperti STIMIK Amikon Yogyakarta, STTNAS, Instiper, UII, STIE YKPN, dan masih banyak lagi. Sehingga atmosfer pendidikan sangat kental di sini. Suasana yang tenang dan tentram menambah semangat belajar makin tinggi. Selain mendapatkan ilmu dari Universitas kebutuhan agama pun bisa terpenuhi di sini.

Peletakan batu pertama Pondok pesantren salafiyah Al Muhsin pada tanggal 1 Mei 1993. Sebelum menjadi pondok, Al Muhsin merupakan langgar kecil di tengah kampung Nglaren yang dulunya masih “gelap gulita”, sehingga hadirnya langgar ini menjadi pelita kecil ditengah kampung Nglaren, pendiri Pondok pesantren salafiyah Al Muhsin adalah Simbah Kyai Abdullah.

Nama Al Muhsin sendiri diambil dari nama guru dan sekaligus mertua dari Simbah K.H Abdullah yaitu Simbah Kyai Muhsin. Kyai Muhsin memiliki 2 murid yang sangat istimewa yaitu Simbah Abdullah dan pendiri pondok Wahid Hasyim. Kyai Muhsin memiliki anak perempuan yang bernama Zumriyah dan kemudian menjadi istri dari Simbah Abdullah. Simbah Kyai Muhsin meninggal pada tahun 1969, setelah meninggal perjuangan diteruskan kedua muridnya yang istimewa.

Simbah Abdullah dikaruniai 6 orang anak, 2 diantaranya meneruskan perjuangan Simbah Abdullah untuk menegakkan agama Allah, yaitu Kyai Munahar dan Kyai Nasrul Hadi. Hingga sekarang beliau berdua yang meneruskan perjuangannya. Sudah ratusan santri yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Salafiyah Al Muhsin. Setelah lulus dari Pondok Pesantren Al Muhsin, beberapa santri ada yang melanjutkan ke pondok yang lebih besar untuk menambah ilmunya dan menjadi Kyai di daerahnya, ada pula yang bekerja dan lain sebagainya namun selalu memegang teguh agamanya.

Saat ini ada sekitar 50 santri putra dan 20 santri putri yang mukim di Pondok Pesantren Salafiyah Al Muhsin dengan berbagai macam latar belakang. Sebagaian besar adalah mahasiswa di Universitas-universitas terkemuka di Jogja. Memilih pondok pesantren salafiyah almuhsin sebagai tempat “berteduh” adalah pilihan yang sangat bagus, selain memberi makan otak kita dengan ilmu kampus, tapi rohani pun mendapat makanananya dari ilmu pondok.

 

23 Mei 2015

Penulis Hadi hudhori

Editor M. Purbo Jati

——————————————————————————————————————————————————————–
sehubung banyak komen yang menanyakan seputar pondok pesantren Almuhsin, untuk fast respon silahkan hubungi
anam (085291955097) baik sms ataupun WA