Ada beberapa kebiasaan santri yang bakal kamu lihat jika mengunjungi pondok pesantren salaf, akan tetapi beberapa hal tersebut di anggap tidak lazim di khalayak umum, bahkan hal tersebut sangat tidak masuk akal, apa saja kelakuan santri saat di pondok pesantren? Kita lihat yuk

1. Makan bersama
Makan bersama bukan berarti santri makan secara serentak dalam suatu tempat pada suatu waktu, akan tetapi beberapa santri makan dalam satu wadah saja, alasan-nya simple, karena lebih efektif. Hehehe

gambar : Makan Bang

2. Tidur-nya santri
Jika kamu dengar orang tidur, seperti umum-nya manusia tidur dalam posisi terlentang dan mata tertutup, namun taukah kamu kalau santri bisa tidur dalam keadaan duduk, bahkan berdiri karena sangat ngantuk-nya. Bukan hanya itu saja, santri bisa tidur di luar kamar tanpa selimut dan bantal lho…. Karena saking banyak-nya santri dan sedikit-nya “lahan” untuk tidur. Ckckck

gambar : ta’ziran

3. Mencuci baju
Eits, ternyata salain masih kecil sudah bisa cuci baju sendiri, entah karena saking sibuk-nya mereka di siang hari atau saling berkompetisi untuk mendapatkan lahan untuk menjemur, banyak santri melakukan kegiatan mencuci di malam hari lho, dan alhdulillah-nya nggak pada terkena flu. Hihihi

4. Wudhu di bak
Ya mungkin yang dari kalangan pedesaan tidak asing dengan cara wudhu yang satu ini, santri wudhu dari mulai cuci tangan, kumur, sampai cuci kaki pada satu bak, dan tahu tidak? Saat cuci kaki kaki mereka di masukkan ke dalam bak wudhu lho, bahkan setelah berkumur air bekas kumuran dimuntahkan kedalam bak lagi untuk di buat kumur orang yang akan wudhu selanjut-nya. Hmmmm terlihat menjijikkan sih, tapi itu sah-sah saja kok untuk dibuat bersuci selama air-nya lebih dari 2 kolah. Hmmmm

5. Mengantri
Ya kalau ini sih hampir semua orang melakukan-nya, tapi santri mengantri dalam banyak hal loh, yaitu mengantri ambil jatah makan, mengantri untuk mandi,engantri untuk buang air, mengantri untuk wudhu, mengantri untuk salaman sama kyai, mengantri izin pulang, mengantri sowan ke ndalem pak Kyai, bahkan ada juga yang mengantri untuk di dawuhi pak kyai lho…

gambar : ngyantri

6. Sarungan dan peci
Memakai sarung dan peci adalah identitas santri, bahkan sarung seorang santri lebih banyak dari celana-nya loh, saking bangga-nya memggunakan sarung dam peci, mereka tidak ragu menggunakan-nya saat beraktifitas sehari-hari, pergi ke toko, bahkan ke pasar karena saking nyaman-nya memggunakan sarung. Bisa dibilang sarung itu seperti rok buat cewek.

7. Ghosob
Hehehe, kalau ini sih kebiasaan jelek yang jangan ditiru ya kawan, ghosob seperti hal lumrah dikalangan santri, mulai dari sandal, barang orang lain, pakaian sampai pakaian dalam #ups. Saking kebiasaan ghosob yang sudah mewabah, orang tua santri atau orang luar menjadi korban lho, utama-nya masalah persandalan, lebih parah-nya sandal pak Kyai juga ada yang di ghosob santri, Kalau ini sih parah pake ngakak. Wkwkwk

8. Takziran
Kalau di luar sana, orang yang nakal akan dimasukkan penjara selama kurun waktu berapa bulan hingga seumur hidup. Kalau santri nakal, hukuman-nya bermac-macam, mulai dari disuruh push up karena terlambat berangkat sekolah, di pukul tangan-nya karena jahil, di ikat pohon malam-malam karena minggat dari pondok atau pulang tanpa izin, digundul karena merokok atau gondrong, sampai di rendam di bak wudhu karena tidak ikut pelajaran pondok. Tapi kalau sudah menyangkut hukum pidana seperti berkelahi atau membawa barang terlarang sih, diserahin ke pihak berwajib. Aduh-aduh, jangan sampai deh….

9. Hafalan
Saking banyak-nya hapalan di pondok pesantren, santri menghafal sambil ngantri atau sambil makan, bahkan hafalan sambil hafalan. Ada juga yang kreatif memasukkan hapalah dalam plastik dan dibawa mandi (mandi sambil hapalan)

gambar : ujian

10. Tirakat
Tirakat-nya santri macem-macem, ada yang puasa, ada yang sholat malam, ada yang ngrowot, ada yang tidak makan apapun kecuali 3 hal, yaitu ; nasi putih, air putih dan garam atau disebut mutih kadang sambil puasa juga. Ada juga yang tirakat tidak pulang sampai dia selesai ngaji-nya lhooo… (Cuman 3 tahun doang kok)

Itulah beberapa hal yang dilakukan santri untuk mendapat ridho guru atau sekedar bertahan hidup, kalau ada yang belum dicantumin, atau pengalaman kang-kang atau mbak-mbak selama menjadi santri boleh dong tulis di kolom komentar
Sekian dari saya, semoga bisa di ambil hikmah-nya. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

Jeneng penulise : khoirul anam dahlan
Statuse : intine dudu santri utowo alumni, krono syarat lulus santri nek ra pinter yo jadug.