BERITA AL-MUHSIN, WWW.ALMUHSIN.COM

AL-MUHSIN – Sejumlah santri putra dan putri Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Muhsin Depok Sleman Yogyakarta menghadiri Seminar Santri Innovation & Enterpreneurship Develoment program 2018 di Eastpark Hotel Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta, Sabtu  (3/11). Seminar yang diadakan oleh Pesantren Universitas Islam Indonesia (UII)  ini bekerja sama dengan Kemenpora RI dan dikoordinatori oleh Mustofa Abdul Karim selaku ketua panitia.

Acara ini turut mengundang tiga pembicara ternama, mereka merupakan seorang wirausaha yang sudah sukses di bidangnya. Diantaranya Saptuari Sugiharto (owner Kedai Digital, Tengkleng Hohah), Asri Meikawati (owner Coklat Ndalem), dan Bagus Panuntun (Dosen Fakultas Ekonomi UII). Acara ini juga dihadiri oleh Dr.Ir.Sutrija Msi, selaku kepala Bidang Pemetaan Potensi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora RI, Drs Asmuni MA selaku Direktur Ponpes UII  dan peserta dengan jumlah 150 santri dari beberapa Pesantren di Yogyakarta.

Saptuari Sugiharto menegaskan kepada para santri yang diharapkan kelak akan mampu meneruskan perjuangannya untuk menjadi seorang enterpreneur yang sukses dengan usaha yang akan ditekuni. “ Ada tujuh jurus yang akan mengantarkan kita agar menjadi seorang enterpreneur yang sukses, diantaranya konsep rezeki yang harus dipahami, berani memulai, tekun dan fokus, putuskan urat malu, pantang menyerah, kreatif, serta memulai dari sekarang, dan yang tak kalah penting adalah sedekah yang akan membuat usaha kita semakin besar dan barokah,” tutur Saptuari.

Sebagai pemateri ketiga dalam seminar tersebut, Bagus Panuntun juga menegaskan kepada para peserta yang hadir agar kelak bisnis yang akan dijalankan maupun bisnis yang  sudah dirintis harus bermanfaat bagi orang lain. “ Kalau kita sudah punya bisnis dan sukses, jangan hanya untuk diri sendiri saja tapi buatlah bisnis itu agar bisa bermanfaat untuk orang banyak,” tegasnya.

Selain seminar ada juga kunjungan industri yang dilaksanakan pada Minggu, (4/11) kemarin. Tempat yang dikunjungi diantaranya Nitasari Souvenir, sebuah industri yang mengolah kayu sisa bangunan maupun baru lalu diubah menjadi berbagai macam souvenir cantik maupun peralatan rumah tangga. Tempat ini beralamat di Pucang, Secang, Magelang. Tujuan kedua bertempat di Berkah Collection, yang fokus dengan pembuatan boneka dengan bahan yang lembut, dan beralamat di Ngemplak, Pirikan, Secang, Magelang.  Dilanjut istirahat dan sholat Dzuhur di sebuah usaha warung makan Lestari yang beralamat di jalan raya Secang, Magelang. Tujuan terakhir yaitu Sabila Farm, yang merupakan usaha perkebunan buah yang pemiliknya sudah melalang buana di beberapa negara di dunia. Sabila Farm ini beralamat di Jl.Kaliurang KM 18,5 Pakem Sleman Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut sang pemilik usaha tidak hanya berbagi ilmu bagaimana cara berkebun buah yang baik, tapi mengajarkan kepada para peserta yang hadir tentang bagaimana cara berbisnis yang baik. (Nis)